Saturday, September 14, 2013

Saat Merayu, Seekor Burung pun Bisa Saja Berdusta

Malam minggu buat anak muda katanya tidak lengkap apabila tidak membicarakan cinta. Entah apa dan dari mana asalnya hingga malam minggu selalu dikait-kaitkan dengan percintaan. Tapi kemungkinan besar hal itu dilantarankan karena hari minggunya yang dijadikan hari libur buat aktivitas-aktivitas rutin, sehingga malam minggunya serasa menjadi waktu senggang, yang salah satunya oleh kalangan muda-mudi dipakai untuk pacaran. Muda-mudi yang tengah mengalami masa pubertas memang lebih tertarik untuk mengikuti budaya pacaran. Masa-masa awal bagi mereka dalam memiliki ketertarikan pada lawan jenisnya. Dan pacaran sendiri adalah masa-masa penuh dengan rayuan yang sering kali tidak bisa dihindarkan dari kedustaan.

Tahukah anda, ternyata kaum burung pun katanya suka juga melakukan kebohongan di saat mereka melakukan rayuan kepada pasangannya.

Ilustrasi - Perbincangan sepasang burung di masa nabi Sulaiman
Nabi Sulaiman 'Alaihissalam dikenal sebagai orang yang mampu berbicara dengan bahasa burung. Al-Hafizh Abu Bakar Al-Baihaqi mengisahkan, bahwa suatu hari Sulaiman bin Daud (Nabi Sulaiman) lewat di dekat seekor burung yang tengah mengitari seekor burung lainnya. Kemudian nabiyullah Sulaiman berkata kepada para sahabatnya; "Apa kalian mengerti isi perbincangan di antara mereka?" Para sahabatnya menjawab, "Apa yang ia katakan, wahai Nabi Allah?" Ia menjawab, "Dia sedang melamar untuk dirinya dengan berkata, 'Menikahlah denganku, aku akan ajak engkau tinggal di kamar mana pun yang engkau kehendaki di Damaskus'."

Sulaiman 'Alaihissalam kembali melanjutkan prkataannyaKarena kamar-kamar di Damaskus terbuat dari batu, tidak ada yang mampu tinggal di dalamnya. Setiap pelamar adalah pembohong."
, "

(dikutip dengan redaksi berbeda dari kitab sejarah karya Ibn Katsir, Muhtashar Al Bidayah wa An Nihayah, terj. Asmuni, Pustaka Azzam, Jakarta, hlm: 101)

No comments:

Post a Comment